Pembahasan UKK Teknik Komputer dan Jaringan 2025-2026 Paket 1 (Bagian2)
Pendahuluan
Pada bagian kedua pembahasan UKK Teknik Komputer dan Jaringan ini, kita akan masuk ke tahap yang lebih “hidup”, yaitu memastikan perangkat jaringan benar-benar bisa bekerja sebagai router dan terhubung ke internet. Fokus utama pada bagian ini adalah konfigurasi perangkat MikroTik RouterBoard, khususnya RB941-2nD, hingga mampu melakukan akses ke internet yang dibuktikan dengan pengujian menggunakan perintah ping.
Secara garis besar, tahapan yang akan dilakukan meliputi persiapan perangkat, reset konfigurasi agar bersih, penyesuaian identitas router, konfigurasi IP dari ISP, hingga pengaturan gateway dan NAT. Rangkaian langkah ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke konfigurasi jaringan yang lebih kompleks pada tahap berikutnya.
Disclaimer
Sebelum memulai tahapan praktikum pada pembahasan ini, pastikan seluruh alat dan bahan praktikum yang dibutuhkan sudah tersedia secara lengkap dan dalam kondisi siap digunakan. Kelengkapan perangkat akan sangat membantu kelancaran proses konfigurasi serta menghindari hambatan teknis di tengah praktikum.
Pastikan juga perangkat jaringan belum tersusun sesuai dengan rangkaian topologi yang diberikan. Penyusunan topologi akan dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan konfigurasi pada setiap pembahasan, sehingga pemasangan perangkat sejak awal justru berpotensi menimbulkan kebingungan atau kesalahan konfigurasi.
Seluruh tahapan praktikum dirancang untuk dilakukan secara bertahap dan saling berkaitan. Oleh karena itu, ikuti setiap langkah dan pembahasan dengan cermat agar hasil konfigurasi sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan memudahkan pemahaman pada materi lanjutan.
Tahapan 1 – Persiapan Awal Konfigurasi RB941-2nD Sebagai Router
Pada topologi jaringan yang digunakan, perangkat RB941-2nD akan berperan sebagai gateway utama, inter-VLAN router, sekaligus DHCP Server. Artinya, seluruh lalu lintas data dari jaringan LAN menuju internet akan melewati perangkat ini. Karena perannya cukup krusial, persiapan awal harus dilakukan dengan benar sejak awal.
Langkah pertama adalah menghubungkan perangkat RB941-2nD ke sumber listrik hingga perangkat menyala dengan normal. Setelah itu, hubungkan RouterBoard ke komputer yang akan digunakan untuk melakukan remote akses. Untuk koneksi ini, penulis menyarankan menggunakan port Ether2, Ether3, atau Ether4. Pemilihan port tersebut bertujuan agar port Ether1 bisa difokuskan sebagai jalur koneksi ke internet (WAN) pada tahapan selanjutnya.
Tahapan 2 – Melakukan Reset Konfigurasi RB941-2nD
Reset konfigurasi dilakukan agar RouterBoard berada dalam kondisi bersih dari konfigurasi lama yang mungkin pernah diterapkan sebelumnya. Dengan kondisi ini, proses konfigurasi akan jauh lebih mudah, terstruktur, dan meminimalisir konflik pengaturan yang tidak diinginkan.
Pastikan perangkat RouterBoard sudah terhubung dengan komputer yang akan digunakan untuk remote akses, dan komputer tersebut telah terpasang aplikasi Winbox. Jalankan Winbox, lalu lakukan remote akses ke RouterBoard. Penulis menyarankan menggunakan MAC Address agar tetap bisa terhubung meskipun perangkat belum memiliki IP Address.
Masukkan username dan password RouterBoard yang digunakan, kemudian klik menu Connect. Jika data login benar, Anda akan masuk ke tampilan utama konfigurasi RB941-2nD. Untuk melakukan reset, pilih menu System kemudian Reset Configuration. Jendela Reset Configuration akan muncul secara otomatis.
Pada jendela tersebut, beri tanda centang pada opsi “No Default Configuration” dan “Do Not Backup”. Pengaturan ini membuat RouterBoard melakukan reset tanpa menyimpan backup dan tanpa memuat konfigurasi bawaan. Setelah itu, klik menu Reset Configuration. Sistem akan menampilkan konfirmasi, silakan klik OK untuk menyetujui proses reset.
Perangkat RouterBoard akan melakukan reboot secara otomatis, dan koneksi dengan komputer akan terputus sementara.
Tahapan 3 – Mengganti Identitas Perangkat RB941-2nD
Penggantian identitas perangkat dilakukan untuk mempermudah proses identifikasi RouterBoard, terutama jika di jaringan terdapat lebih dari satu perangkat MikroTik. Identitas yang jelas juga membantu mengurangi risiko salah remote akses ke perangkat lain.
Untuk mengganti identitas, masuk ke menu System lalu pilih Identity. Jendela Identity akan tampil secara otomatis.
Silakan ganti nama identitas sesuai kebutuhan atau standar penamaan jaringan yang digunakan. Setelah selesai, klik menu Apply lalu OK, atau langsung klik OK untuk menyimpan perubahan.
Tahapan 4 – Mendapatkan IP Address untuk Interface Ether1
Agar RouterBoard dapat terhubung ke internet, interface Ether1 akan dikonfigurasi sebagai DHCP Client. Cara ini dipilih karena lebih praktis dan dapat meminimalisir konflik IP Address, terutama ketika terhubung langsung ke modem dari ISP.
Sebelum konfigurasi dilakukan, hubungkan port Ether1 pada RouterBoard ke perangkat modem ISP. Jika indikator LED pada RB941-2nD menyala, itu menandakan koneksi fisik telah berhasil. Selanjutnya, masuk ke menu IP kemudian pilih DHCP Client. Jendela DHCP Client akan terbuka.
Untuk menambahkan konfigurasi baru, pastikan berada pada tab DHCP Client lalu klik menu New.
Pada jendela DHCP Client New, pilih interface Ether1 sebagai interface yang akan menjalankan layanan DHCP Client. Penulis juga memberikan tanda centang pada opsi “Use Peer DNS” dan “Use Peer NTP”, serta memilih opsi “yes” pada parameter “Add Default Route”.
Tujuan dari pengaturan ini adalah agar RouterBoard secara otomatis mendapatkan informasi DNS Server, NTP Server, dan default route dari modem ISP. Setelah konfigurasi selesai, klik menu OK. RouterBoard akan meminta alamat IP ke modem ISP. Jika layanan DHCP pada modem aktif dan konfigurasi benar, RouterBoard akan memperoleh IP Address beserta parameter jaringan lainnya.
Tahapan 5 – Konfigurasi MikroTik Sebagai Gateway untuk Jaringan LAN
Pada Langkah ini kita akan menambahkan NAT Masquerade untuk akses internet. Masuk ke menu IP kemudian Firewall.
Pada jendela Firewall, pilih tab NAT dan klik menu New untuk menambahkan rule baru.
Pada tab General, cari parameter “Out. Interface” lalu pilih Ether1. Setelah itu, pindah ke tab Action dan pada parameter “action” pilih opsi “masquerade”. Klik menu OK untuk menyimpan konfigurasi NAT tersebut.
Konfigurasi terakhir pada tahapan ini adalah memastikan gateway atau default route sudah tersedia. Masuk ke menu IP lalu ROUTE, dan perhatikan daftar route yang ada.
Pastikan terdapat default route dengan Dst. Address 0.0.0.0/0. Route ini seharusnya sudah otomatis muncul karena pada konfigurasi DHCP Client sebelumnya, parameter “Add Default Route” diset ke yes.
Setelah seluruh konfigurasi selesai, tahap akhir adalah melakukan pengujian. Buka menu New Terminal, lalu lakukan ping ke salah satu domain di internet, misalnya google.com.
Jika ping mendapatkan balasan, maka dapat dipastikan RouterBoard RB941-2nD yang digunakan sudah berhasil dikonfigurasi sebagai router dan mampu mengakses internet dengan normal. Ini menjadi indikator penting bahwa tahapan awal UKK TKJ telah berhasil dijalankan dengan baik.
Penutup
Melalui rangkaian tahapan pada Pembahasan UKK Teknik Komputer dan Jaringan (Bagian-2) ini, dapat disimpulkan bahwa konfigurasi dasar MikroTik RB941-2nD sebagai router telah berhasil dilakukan dengan baik. Dimulai dari persiapan perangkat, reset konfigurasi agar router berada dalam kondisi bersih, penggantian identitas perangkat, hingga pengambilan IP Address dari ISP menggunakan DHCP Client, seluruh proses ini menjadi pondasi penting dalam membangun jaringan yang stabil dan terstruktur.
Konfigurasi DNS, NAT masquerade, serta pengecekan default route memastikan bahwa RouterBoard mampu berfungsi sebagai gateway utama bagi jaringan LAN. Keberhasilan pengujian koneksi menggunakan perintah ping ke domain internet menjadi bukti nyata bahwa perangkat router sudah dapat mengakses internet dan siap digunakan untuk kebutuhan jaringan selanjutnya. Pada tahap ini, MikroTik tidak hanya berperan sebagai penghubung ke internet, tetapi juga sebagai pusat kendali lalu lintas data dalam topologi jaringan.
Pada pembahasan berikutnya, konfigurasi akan dilanjutkan ke tahap yang lebih lanjut, yaitu pembuatan interface VLAN, konfigurasi IP Address untuk masing-masing VLAN, serta pengaturan DHCP Server pada interface VLAN tersebut. Seluruh tahapan lanjutan ini masih akan dilakukan pada perangkat Router yang sama, sehingga konfigurasi yang telah dibangun pada bagian ini akan menjadi dasar penting untuk pengembangan jaringan berbasis VLAN yang lebih kompleks dan tersegmentasi.
.png)
















.png)
.png)





Posting Komentar