Pembahasan UKK Teknik Komputer dan Jaringan 2025-2026 Paket 1 (Bagian3)

Daftar Isi

 

Pembahasan UKK Teknik Komputer dan Jaringan 2025-2026 Paket 1 (Bagian3)

Pendahuluan

Pada bagian ketiga ini, pembahasan mulai mengarah ke inti praktik konfigurasi jaringan menggunakan MikroTik RouterBoard. Tahapan yang akan dilakukan meliputi pembuatan interface VLAN, pengaturan IP Address pada masing-masing VLAN, serta konfigurasi DHCP Server agar perangkat client dapat terhubung ke jaringan secara otomatis. Seluruh tahapan disusun berurutan dan saling berkaitan, sehingga membentuk satu alur konfigurasi yang logis dan mudah untuk dipahami.

Bagian ini menjadi titik penting karena di sinilah peran RouterBoard benar-benar diuji sebagai router yang aktif mengelola jaringan. Konfigurasi tidak hanya berhenti pada sisi teknis, tetapi juga mengarah pada pembuktian fungsi, yakni memastikan router mampu melayani jaringan internal dan siap digunakan untuk tahap pengujian konektivitas. Jika Anda ingin memahami bagaimana konfigurasi dasar ini membentuk fondasi jaringan yang rapi dan terstruktur, bagian ini layak dibaca hingga tuntas sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Tahapan 1 – Membuat Interface VLAN

Pada tahapan pertama ini, kita akan membuat tiga buah interface VLAN, yaitu VLAN10, VLAN20, dan VLAN30, yang semuanya berjalan di atas satu interface trunk, yakni Ether2. Konsepnya sederhana, Ether2 akan bertindak sebagai jalur utama (trunk) yang membawa beberapa VLAN sekaligus, sementara masing-masing VLAN direpresentasikan sebagai interface virtual tersendiri di RouterBoard.

Untuk membuat interface VLAN pada perangkat MikroTik RB941-2nD, silakan masuk ke menu Interfaces. Secara otomatis, jendela Interfaces List akan ditampilkan oleh sistem.

Gambar 1. Masuk kedalam menu interfaces pada perangkat ROUTER

Gambar 2. Tampilan utama menu interfaces pada perangkat ROUTER

Dari sini, pilih tab VLAN untuk masuk ke daftar interface VLAN yang ada (atau masih kosong jika belum pernah dibuat).

Gambar 4. Tampilan menu konfigurasi untuk interface VLAN

Selanjutnya, klik menu New untuk membuat interface VLAN baru dengan VLAN ID 10. Pada tahap ini, ada tiga parameter penting yang perlu diperhatikan.

Gambar 5. Pilih menu New untuk membuat rule konfigurasi baru

  • Parameter Name berfungsi sebagai nama interface VLAN yang akan kita buat. Nama ini bebas, tetapi sebaiknya mudah dikenali agar tidak membingungkan saat konfigurasi lanjutan.
  • Parameter VLAN ID adalah identitas numerik VLAN yang digunakan, sesuai dengan standar VLAN tagging. Nilai inilah yang menentukan VLAN mana yang sedang kita definisikan.
  • Parameter Interface menunjukkan interface fisik tempat VLAN tersebut “menumpang” atau dilewatkan, yang dalam topologi ini adalah interface trunk Ether2.

Sesuai dengan topologi, penulis mengisikan parameter Name dengan vlan10. Penamaan ini sengaja dibuat sama dengan VLAN ID agar lebih mudah dikenali, meskipun Anda bebas menggunakan nama lain sesuai preferensi. Pada parameter VLAN ID, penulis mengisikan nilai 10, yang berarti rule ini akan menjalankan VLAN dengan identitas 10. Terakhir, pada parameter Interface, penulis memilih Ether2, yang menandakan bahwa VLAN 10 berjalan di atas interface trunk tersebut.

Gambar 6. Menambahkan interface Vlan10

Jika seluruh parameter sudah diisi dengan benar, silakan klik OK untuk menyimpan konfigurasi. 

Gambar 7. Hasil menambahkan interface Vlan10

Setelah itu, ulangi tahapan yang sama untuk membuat VLAN ID 20 dan VLAN ID 30 hingga ketiganya berhasil dibuat dan muncul di daftar interface VLAN.

Membuat VLAN20

Gambar 8. Menambahkan interface Vlan20

Gambar 9. Hasil menambahkan interface Vlan20

Membuat VLAN30

Gambar 10. Menambahkan interface Vlan30

Gambar 11. Hasil menambahkan interface Vlan30

Tahapan 2 – Konfigurasi IP Address untuk Interface VLAN

Setelah interface VLAN berhasil dibuat, tahapan berikutnya adalah melakukan konfigurasi IP Address untuk masing-masing interface VLAN, yaitu VLAN10, VLAN20, dan VLAN30, sesuai dengan kebutuhan soal. Tanpa IP Address, interface VLAN hanyalah “wadah kosong” yang belum bisa digunakan untuk komunikasi jaringan.

Untuk melakukan konfigurasi IP Address, silakan masuk ke menu IP >> Addresses.

Gambar 1. Masuk kedalam menu Addresses untuk melakukan konfigurasi IP Address

Sistem akan menampilkan jendela Address List yang berisi daftar IP Address yang sudah dikonfigurasikan pada RouterBoard.

Gambar 2. Tampilan utama jendela Address List

Di sini, Anda akan melihat satu rule IP Address yang dijalankan oleh interface Ether1 dengan flag (D) atau Dynamic. Tanda ini menunjukkan bahwa IP Address tersebut bersifat dinamis dan diperoleh secara otomatis dari DHCP Server, yang dalam konteks ini biasanya berasal dari modem ISP.

Selanjutnya, kita akan menambahkan IP Address untuk interface VLAN10 sebagai contoh. Klik menu New untuk membuat konfigurasi baru.

Gambar 3. Pilih menu New untuk menambahkan konfigurasi IP Address baru

Pada parameter Address, masukkan IP Address yang akan digunakan, misalnya 192.168.10.1/24. Kemudian, pada parameter Interface, pilih interface vlan10 sebagai interface yang akan menggunakan alamat IP tersebut.

Gambar 4. Lakukan konfigurasi IP Address sesuai topologi untuk interface vlan10

Jika seluruh parameter sudah sesuai, klik OK untuk menyimpan konfigurasi. Pastikan IP Address yang baru saja Anda tambahkan sudah muncul di dalam jendela Address List. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa konfigurasi benar-benar tersimpan dan aktif.

Gambar 5. Hasil konfigurasi IP Address untuk interface vlan10

Lakukan tahapan yang sama untuk interface VLAN20 dan VLAN30 dengan IP Address yang telah ditentukan, sehingga setiap VLAN memiliki jaringan dan gateway-nya masing-masing.

Konfigurasi IP Address Untuk VLAN20

Gambar 6. Lakukan konfigurasi IP Address sesuai topologi untuk interface vlan20

Gambar 7. Hasil konfigurasi IP Address untuk interface vlan20

Konfigurasi IP Address Untuk VLAN30

Gambar 8. Lakukan konfigurasi IP Address sesuai topologi untuk interface vlan30

Gambar 9. Hasil konfigurasi IP Address untuk interface vlan30

Tahapan 3 – Konfigurasi DHCP Server

Pada tahapan ini, kita akan melakukan konfigurasi DHCP Server untuk interface VLAN10 dan VLAN20. DHCP Server berfungsi untuk meminjamkan IP Address secara otomatis kepada komputer client, sehingga administrator tidak perlu melakukan pengaturan IP secara manual pada setiap perangkat.

Untuk memulai konfigurasi DHCP Server, silakan masuk ke menu IP >> DHCP Server.

Gambar 1. Masuk kedalam menu konfigurasi DHCP Server pada perangkat ROUTER

Secara otomatis, jendela DHCP Server akan ditampilkan. Sebagai contoh, penulis akan menjalankan layanan DHCP Server pada interface VLAN10.

Gambar 2. Tampilan jendela DHCP Server pada perangkat ROUTER

Agar konfigurasi lebih cepat dan praktis, penulis menggunakan fitur DHCP Setup. Pastikan Anda sudah berada di dalam tab DHCP sebelum menjalankan wizard ini.

Gambar 3. Menjalankan DHCP Setup untuk membuat rule DHCP Server VLAN10

Pada wizard pertama, Anda akan diminta menentukan interface yang akan menjalankan DHCP Server. Dalam hal ini, pilih interface VLAN10, lalu klik Next untuk melanjutkan.

Gambar 4. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN10 (memilih interface)

Pada wizard kedua, sistem meminta Anda menentukan alamat network dari interface tersebut. Secara default, parameter DHCP Address Space akan terisi otomatis berdasarkan IP Address interface, sehingga Anda cukup melakukan verifikasi. Jika sudah sesuai, klik Next.

Gambar 5. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN10 (menentukan network)

Wizard ketiga meminta penentuan alamat gateway. Parameter Gateway for DHCP Network juga biasanya terisi otomatis. Pastikan nilainya benar, lalu klik Next.

Gambar 6. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN10 (menentukan gateway)

Wizard keempat digunakan untuk menentukan rentang IP Address yang akan dipinjamkan kepada client. Parameter Addresses to Give Out umumnya sudah disesuaikan otomatis oleh sistem, sehingga Anda tinggal mengecek dan melanjutkan dengan klik Next. Namun, jika anda ingin melakukan konfigurasi juga dipersilahkan. 

Gambar 7. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN10 (menentukan address pool)

Pada wizard kelima, Anda diminta menentukan DNS Server yang akan digunakan oleh client. Parameter DNS Server biasanya juga sudah terisi otomatis. Setelah memastikan nilainya sesuai, klik Next

Pada saat menjalankan wizard DHCP Server, sistem MikroTik secara otomatis akan menggunakan DNS Server yang telah Anda konfigurasi sebelumnya melalui menu IP >> DNS. Artinya, nilai DNS yang dipinjamkan ke client bukan diambil secara acak, melainkan mengikuti pengaturan DNS global pada RouterBoard.

Gambar 8. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN10 (menentukan DNS Server)

Pada konfigurasi ini, penulis menambahkan DNS Server 192.168.30.10 sesuai dengan permintaan soal. Penggunaan alamat tersebut bukan tanpa alasan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan skenario jaringan, karena pada tahap selanjutnya akan terdapat DNS Server lokal yang harus dikenali dan dapat diakses oleh seluruh jaringan. Dengan demikian, pengaturan DNS sejak awal menjadi bagian penting agar layanan jaringan dapat berjalan sesuai perencanaan.

Wizard keenam adalah pengaturan Lease Time, yaitu lama waktu peminjaman IP Address oleh DHCP Server kepada client. Nilai default biasanya sudah cukup, tetapi Anda bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan jaringan. Jika sudah, klik Next untuk menyelesaikan wizard.

Gambar 9. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN10 (menentukan waktu pinjam ip address)

Setelah seluruh tahapan wizard dilewati, konfigurasi DHCP Server akan tersimpan dan muncul di dalam jendela DHCP Server.

Gambar 10. Hasil konfigurasi DHCP Server untuk interface VLAN10

Lakukan tahapan yang sama untuk mengaktifkan DHCP Server pada interface VLAN20, sehingga client di VLAN tersebut juga dapat memperoleh IP Address secara otomatis.

Konfigurasi DHCP Server Pada VLAN20

Menjalankan DHCP Setup

Gambar 11. Menjalankan DHCP Setup untuk membuat rule DHCP Server VLAN20

Wizard 1. Menentukan Interface

Gambar 12. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN20 (memilih interface)

Wizard 2. Menentukan Network Address

Gambar 13. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN20 (menentukan network)

Wizard 3. Menentukan Gateway

Gambar 14. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN20 (menentukan gateway)

Wizard 4. Menentukan Rentang IP Address untuk Client

Gambar 15. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN20 (menentukan address pool)

Wizard 5. Menentukan DNS Server

Gambar 16. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN20 (menentukan DNS Server)

Wizard 6. Menentukan Lama Waktu Pinjam IP Address oleh Client

Gambar 17. Melakukan konfigurasi DHCP Server untuk VLAN20 (menentukan waktu pinjam ip address)

Konfigurasi DHCP Server untuk Interface VLAN20 Selesai

Gambar 18. Hasil konfigurasi DHCP Server untuk interface VLAN20

Penutup

Sebagai penutup pada bagian ketiga pembahasan UKK Teknik Komputer dan Jaringan ini, dapat disimpulkan bahwa seluruh tahapan konfigurasi yang dilakukan telah membentuk fungsi router secara utuh dan siap digunakan. Mulai dari pembuatan interface VLAN, pengaturan IP Address pada masing-masing VLAN, hingga konfigurasi DHCP Server, seluruh proses tersebut saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan konfigurasi yang tidak terpisahkan. Dengan tahapan ini, perangkat MikroTik RB941-2nD telah berperan aktif sebagai router yang mengelola segmentasi jaringan, melayani client, dan menjadi pusat lalu lintas data.

Dengan demikian, konfigurasi pada perangkat RB941-2nD yang berfungsi sebagai router dapat dinyatakan telah selesai pada bagian ini. Fondasi jaringan sudah terbentuk dengan rapi dan siap digunakan untuk pengujian maupun pengembangan lebih lanjut.

Pada pembahasan berikutnya, fokus akan dialihkan ke perangkat RB941-2nD yang kedua, yang akan dikonfigurasikan dan difungsikan sebagai switch. Peralihan peran ini akan memperlihatkan bagaimana satu jenis perangkat yang sama dapat digunakan untuk fungsi yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan dan rancangan topologi jaringan.

Posting Komentar