Pembahasan UKK Teknik Komputer dan Jaringan 2025-2026 Paket 1 (Bagian 5)
Pendahuluan
Setelah jaringan berhasil dibangun dan antarperangkat dapat saling berkomunikasi, kini saatnya melangkah ke tahap berikutnya. Pada Pembahasan UKK Teknik Komputer dan Jaringan Bagian-5 ini, fokus praktikum mulai mengarah pada pembangunan server sebagai pusat layanan jaringan. Proses yang akan dilakukan dimulai dari menyiapkan komputer host, melakukan konfigurasi IP Address secara manual, hingga membangun server Debian 12 di dalam mesin virtual. Tahapan-tahapan ini menjadi jembatan penting sebelum masuk ke konfigurasi layanan server yang lebih kompleks pada pembahasan selanjutnya.
Tahapan 1 – Persiapan Awal
Pada tahapan awal ini, kita resmi masuk ke proses perancangan dan pembangunan server menggunakan sistem operasi Debian 12. Server yang akan dibangun tidak langsung diinstal pada perangkat fisik terpisah, melainkan dijalankan secara virtual. Karena itu, langkah pertama yang perlu dipastikan adalah kesiapan komputer host yang akan digunakan sebagai server. Komputer host ini nantinya berperan sebagai “rumah” bagi VM yang menjalankan Debian 12.
Sesuai dengan rancangan topologi yang sudah dibuat sebelumnya, instalasi sistem operasi server akan dilakukan di dalam aplikasi Oracle VM VirtualBox. Artinya, komputer host wajib sudah terpasang aplikasi VirtualBox dan dapat berjalan dengan normal. Tanpa aplikasi ini, seluruh tahapan berikutnya tidak akan bisa dilakukan.
Setelah itu, komputer host perlu dihubungkan ke perangkat Switch Distribusi, yaitu RB941-2nD yang kedua. Perhatikan port yang digunakan, karena pada praktikum ini koneksi dilakukan melalui port Ether4. Port Ether4 dikonfigurasikan sebagai VLAN Access 30, dan sesuai dengan ketentuan soal, port ini tidak menjalankan layanan DHCP Server. Konsekuensinya cukup jelas, komputer host tidak akan mendapatkan IP Address secara otomatis. Agar tetap bisa terhubung dengan seluruh perangkat di jaringan, konfigurasi IP Address harus dilakukan secara manual pada komputer host.
Tahapan 2 – Konfigurasi IP Address pada Komputer Host
Pada tahapan ini, fokus kita adalah melakukan konfigurasi IP Address statis pada komputer host yang terhubung ke VLAN Access 30 di switch distribusi. Penulis menggunakan IP Address 192.168.30.20/24 sebagai contoh. Pengguna bebas menggunakan IP Address lain selama masih berada dalam satu subnet, dengan catatan tidak menggunakan 192.168.30.1 karena alamat tersebut digunakan sebagai gateway, serta tidak menggunakan 192.168.30.10 karena dialokasikan sebagai alamat server.
Sebagai panduan, konfigurasi IP Address dilakukan melalui Control Panel. Selain mengatur IP Address, pada tahap ini penulis juga mencatat informasi “Device Name” dari network adapter yang digunakan. Informasi ini sering dianggap sepele, padahal sangat penting. Device Name inilah yang nantinya akan digunakan saat melakukan konfigurasi bridge network adapter pada VM di Oracle VM VirtualBox. Karena itu, setelah Device Name diketahui, pastikan dicatat dan disimpan dengan baik.
Untuk melanjutkan konfigurasi, klik dua kali pada network adapter yang sedang digunakan, lalu pilih menu Properties. Jendela Ethernet Properties akan terbuka secara otomatis. Dari sana, pilih protokol yang akan digunakan, dalam hal ini Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), kemudian masuk ke menu Properties.
Pada jendela Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) Properties, pilih opsi “Use the following IP address” dan “Use the following DNS server addresses”. Masukkan detail IP Address, Subnet Mask, Default Gateway, serta DNS Server sesuai kebutuhan. Perlu dicatat, pada komputer host tidak wajib menggunakan DNS Server 192.168.30.10, karena seluruh pengujian layanan server nantinya akan dilakukan dari sisi client Siswa dan Guru. Setelah semua parameter diisi dengan benar, simpan konfigurasi dengan menekan tombol OK.
Sebagai penutup tahapan ini, lakukan pengujian konektivitas. Uji koneksi dari komputer host ke IP Address gateway, lalu lanjutkan pengujian ke internet. Hasil yang diharapkan adalah reply. Jika pengujian gagal, besar kemungkinan terdapat kesalahan pada konfigurasi IP Address yang telah diterapkan.
Tahapan 3 – Pembuatan VM untuk Server
Tahapan berikutnya adalah pembuatan Virtual Machine yang akan digunakan untuk menjalankan sistem operasi Debian 12. Proses ini dilakukan menggunakan Oracle VM VirtualBox. Pada tahap ini, kita tidak hanya membuat VM, tetapi sekaligus menambahkan file ISO Debian 12 dan mengarahkan virtual network VM agar terhubung langsung dengan jaringan fisik yang sudah ada.
Langkah pertama, jalankan aplikasi Oracle VM VirtualBox yang telah terinstal di komputer host. Saat aplikasi terbuka, jendela Oracle VM VirtualBox Manager akan langsung ditampilkan. Untuk membuat VM baru, pilih menu New.
Wizard pembuatan VM akan muncul, dan pada tahap ini terdapat tiga bagian konfigurasi utama. Bagian pertama adalah “Virtual Machine Name and Operating System”. Di sini, tentukan nama VM dan jenis sistem operasi yang akan digunakan. Karena server yang akan dijalankan adalah Debian 12, penulis memberi nama VM dengan “server”. Nama ini bebas disesuaikan. Untuk parameter OS, pilih Linux, kemudian pada OS Distribution pilih Debian, dan pada OS Version pilih Debian 12 Bookworm (64-bit). Seluruh pilihan ini harus sesuai dengan file ISO yang akan digunakan agar proses instalasi berjalan lancar.
Bagian kedua adalah “Specify Virtual Hardware”. Pada tahap ini, alokasikan kapasitas memori dan jumlah prosesor untuk VM. Besarnya alokasi bisa disesuaikan dengan kemampuan komputer host, selama tidak melewati batas aman yang ditandai dengan warna merah. Tidak perlu berlebihan, yang penting cukup untuk menjalankan Debian 12 dengan nyaman.
Bagian ketiga adalah “Specify a New Virtual Hard Disk”. Tentukan ukuran hard disk virtual yang akan digunakan oleh VM. Pada praktikum ini, penulis menggunakan kapasitas 20GB. Ukuran tersebut sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan instalasi sistem operasi dan layanan server yang akan dibangun.
Setelah semua parameter diatur, pilih menu Finish. VirtualBox akan secara otomatis membuat VM sesuai konfigurasi yang telah ditentukan. Namun, pekerjaan belum selesai. Setelah VM terbentuk, kita masuk ke tahap konfigurasi lanjutan.
Langkah pertama konfigurasi lanjutan adalah menambahkan file ISO Debian 12 ke dalam VM. Masuk ke menu Storage, lalu pilih [Optical Drive] Empty dan klik Choose a Disk File.
Arahkan ke lokasi penyimpanan file ISO Debian 12, pilih file tersebut, dan klik Open.
Pastikan setelah kembali ke jendela VirtualBox Manager, file ISO sudah terpasang dengan benar.
Langkah kedua adalah mengonfigurasi virtual network adapter agar VM terhubung dengan jaringan fisik.
Masuk ke menu Network, dan pada jendela konfigurasi network, sesuaikan parameter Attached to, Adapter Type, dan Promiscuous Mode sesuai contoh yang telah ditentukan. Untuk parameter Name, gunakan Device Name dari network adapter yang sebelumnya sudah dicatat pada tahap konfigurasi IP Address komputer host. Jika semua konfigurasi telah sesuai, simpan perubahan dengan menekan tombol OK.
Setelah kembali ke jendela Oracle VM VirtualBox Manager, pastikan seluruh pengaturan yang baru saja dilakukan sudah tampil dengan benar. Sampai tahap ini, VM server siap digunakan dan pada pembahasan berikutnya kita akan mulai masuk ke proses instalasi Debian 12 serta konfigurasi layanan server di dalamnya.
Penutup
Melalui pembahasan ini, dapat disimpulkan bahwa seluruh tahapan awal dalam menyiapkan server telah berhasil dilakukan dengan baik. Mulai dari persiapan komputer host, pengaturan koneksi ke VLAN Access 30 pada switch distribusi, hingga konfigurasi IP Address statis, semuanya menjadi fondasi penting sebelum server benar-benar dibangun. Selain itu, pembuatan Virtual Machine beserta pengaturan storage dan network adapter di Oracle VM VirtualBox juga telah disesuaikan dengan kebutuhan topologi dan skenario soal UKK.
Sampai pada tahap ini, lingkungan kerja untuk server sudah siap digunakan. Komputer host telah terhubung dengan jaringan, dan VM yang akan menjalankan server sudah terbentuk serta terkonfigurasi dengan benar. Dengan kondisi tersebut, risiko kendala saat proses instalasi sistem operasi dapat diminimalkan karena seluruh aspek dasar, baik jaringan maupun virtualisasi, telah dipersiapkan lebih awal.
Pada pembahasan materi selanjutnya, fokus praktikum akan dilanjutkan ke tahapan instalasi sistem operasi Debian 12 di atas VM yang telah dibuat. Tahap ini menjadi langkah awal dalam membangun server secara utuh, sekaligus membuka jalan menuju konfigurasi layanan-layanan server yang akan digunakan oleh client di dalam jaringan.
.png)
















Posting Komentar