Pembahasan UKK Teknik Komputer dan Jaringan 2025-2026 Paket 1 (Bagian 6)
Pendahuluan
Pada bagian keenam pembahasan UKK Teknik Komputer dan Jaringan ini, kita mulai masuk ke tahapan yang cukup krusial, yaitu menyiapkan sistem operasi server. Fokus utama praktikum kali ini adalah menjalankan mesin virtual dan melakukan instalasi Debian 12 di dalamnya. Secara garis besar, tahapan yang akan dilalui meliputi proses menjalankan VM, pemilihan mode instalasi, konfigurasi dasar sistem, hingga memastikan Debian 12 siap digunakan sebagai server sesuai kebutuhan soal UKK TKJ.
Bagian ini sengaja disusun bertahap dan runtut, agar pembaca tidak hanya sekadar “mengikuti langkah”, tetapi juga memahami alur besar yang sedang dikerjakan sebelum masuk ke konfigurasi server yang lebih kompleks pada pembahasan selanjutnya.
Tahapan 1 – Menjalankan VM
Pada tahapan awal ini, penulis akan membahas proses menjalankan Virtual Machine sekaligus memberikan gambaran umum tentang instalasi Debian 12 di dalam VM tersebut. Bagi pembaca yang sudah terbiasa menginstal Debian, pembahasan ini sebenarnya bisa dilewati. Namun perlu diperhatikan, ada satu bagian yang sedikit berbeda dibanding instalasi Debian pada umumnya, yaitu pada tahap konfigurasi jaringan dan konfirmasi koneksi ke network mirror.
Dalam panduan ini, penulis memilih untuk melakukan konfigurasi jaringan secara manual saat proses instalasi berlangsung, sekaligus langsung menghubungkan mesin ke server repositori Debian. Tujuannya sederhana, yaitu untuk menyederhanakan proses ke depan, terutama saat kita mulai membutuhkan paket tambahan tanpa harus melakukan banyak konfigurasi ulang setelah sistem terpasang.
Untuk menjalankan VM yang sudah anda siapkan, silakan klik menu Start pada aplikasi virtualisasi yang anda gunakan. Setelah VM aktif, proses instalasi Debian 12 bisa langsung dimulai.
Tahapan 2 – Instalasi Debian 12 di atas VM
Pada tahapan ini, penulis tidak akan membahas instalasi Debian 12 secara terlalu teknis dan mendalam. Fokus panduan tetap diarahkan pada penyelesaian soal UKK TKJ, sehingga pembahasan dibuat secukupnya, namun tetap runtut dan jelas.
Langkah pertama, anda akan diminta memilih mode instalasi. Pada panduan ini, penulis menggunakan mode Graphical Install. Pengguna bebas menggunakan mode instalasi lain, karena tidak ada ketentuan khusus dari soal terkait hal ini.
Langkah kedua, installer akan meminta anda menentukan bahasa yang digunakan. Penulis memilih English sebagai bahasa selama proses instalasi sekaligus bahasa default sistem setelah instalasi selesai.
Langkah ketiga, anda diminta menentukan lokasi tempat tinggal. Karena penulis tinggal di Indonesia dan opsi tersebut tidak langsung muncul, maka dipilih jalur Other >> Asia >> Indonesia.
Langkah keempat, anda diminta menentukan konfigurasi locale. Secara default, installer akan memberikan rekomendasi berdasarkan bahasa dan lokasi yang telah dipilih sebelumnya. Pada tahap ini, penulis mengikuti saran dari installer.
Langkah kelima, anda diminta menentukan layout keyboard. Meskipun berada di Indonesia, penulis memilih American English, karena layout ini paling umum digunakan dan relatif aman untuk kebutuhan administrasi server.
Langkah keenam, installer mulai masuk ke konfigurasi dasar, yang meliputi konfigurasi jaringan, hostname, dan domain name. Pada tahap ini, anda kemungkinan akan mendapatkan pesan bahwa konfigurasi jaringan otomatis gagal. Jangan panik. Silakan pilih Continue. Kondisi ini biasanya terjadi karena jaringan yang digunakan tidak menyediakan layanan DHCP Server.
Untuk itu, penulis memilih opsi Configure network manually, lalu mengisikan IP Address, Gateway, dan DNS Server secara manual sesuai dengan topologi jaringan yang digunakan.
Setelah konfigurasi jaringan selesai, anda akan diminta menentukan hostname. Sebagai contoh, penulis menggunakan hostname server, namun anda bebas menyesuaikannya.
Selanjutnya, installer meminta domain name. Pada panduan ini, bagian tersebut dikosongkan karena penulis belum menggunakan domain.
Langkah ketujuh, anda diminta menentukan password untuk user root. Tahapan ini boleh diisi atau dilewati. Jika dilewati, maka user non-administrator nantinya harus menggunakan perintah sudo untuk menjalankan perintah yang membutuhkan hak administratif.
Langkah kedelapan, anda diminta mengisi nama lengkap pengguna. Isikan sesuai kebutuhan.
Langkah kesembilan, anda diminta menentukan username (user non-administratif) yang akan digunakan untuk login ke sistem.
Langkah kesepuluh, anda diminta menentukan password untuk username tersebut.
Langkah kesebelas, installer meminta anda memilih zona waktu. Jika zona waktu yang ditampilkan tidak sesuai, biasanya pemilihan lokasi pada langkah sebelumnya kurang tepat.
Langkah keduabelas, anda diminta memilih metode pemartisian. Penulis memilih Guided – use entire disk, sehingga pemartisian dilakukan otomatis oleh installer.
Langkah ketigabelas, pilih hard disk yang akan digunakan.
Langkah keempatbelas, tentukan skema pemartisian. Pada panduan ini dipilih All files in one partition (recommended for new users).
Langkah kelimabelas, konfirmasikan hasil pemartisian otomatis.
Langkah keenambelas, konfirmasikan penulisan partisi ke hard disk dengan memilih Yes.
Langkah ketujuhbelas, anda diminta mengonfirmasi apakah akan melakukan scanning media instalasi lain.
Langkah kedelapanbelas, installer menanyakan apakah mesin akan dihubungkan ke network mirror. Karena penulis memilih untuk terhubung ke network mirror, maka ditampilkan daftar negara. Indonesia dipilih karena memiliki mirror Debian 12.
Selanjutnya, pilih alamat server mirror yang akan digunakan. Pada contoh ini, penulis menggunakan mirror dari mr.heru.id. Terakhir, isikan alamat proxy jika ada. Jika tidak menggunakan proxy, biarkan kosong.
Langkah kesembilanbelas, anda diminta konfirmasi untuk berpartisipasi dalam survei komunitas Debian.
Langkah keduapuluh, anda diminta memilih paket aplikasi yang akan diinstal. Pada panduan ini, penulis hanya memilih standard system utilities. Setelah itu, installer akan melakukan proses instalasi secara otomatis. Silakan tunggu hingga selesai.
Langkah keduapuluh satu, anda diminta mengonfirmasi instalasi GRUB Boot Loader. Penulis memilih Yes, lalu menentukan lokasi instalasi boot loader tersebut.
Pada tahap akhir, anda akan mendapatkan pesan bahwa proses instalasi telah selesai. Klik Continue untuk mengakhiri instalasi dan melakukan reboot VM.
Setelah restart, VM akan melakukan booting dari hard disk dan menampilkan GRUB Boot Loader. Anda tidak perlu melakukan apa pun di tahap ini. Saat muncul halaman login, silakan masuk menggunakan username dan password user non-administrator yang telah dibuat. Jika berhasil, anda akan langsung berada di sistem utama Debian 12 berbasis CLI, siap untuk masuk ke tahapan konfigurasi server berikutnya.
Penutup
Sampai pada tahap ini, proses menjalankan Virtual Machine dan instalasi Debian 12 telah berhasil diselesaikan. Sistem operasi server sudah terpasang dengan konfigurasi dasar yang cukup rapi, mulai dari penentuan bahasa, lokasi, hingga pengaturan jaringan yang dilakukan secara manual agar sesuai dengan kebutuhan praktikum UKK Teknik Komputer dan Jaringan. Dengan kondisi ini, mesin virtual sudah siap digunakan sebagai fondasi utama untuk membangun layanan server.
Pembahasan pada bagian ini memang difokuskan agar pembaca memiliki titik awal yang sama, terutama dalam menyiapkan lingkungan kerja yang stabil dan mudah dikembangkan. Kesalahan kecil pada tahap instalasi sering kali berdampak besar di tahap selanjutnya, sehingga memastikan Debian 12 terpasang dengan benar adalah langkah yang tidak boleh dianggap sepele.
Pada materi berikutnya, kita akan mulai masuk ke inti pembahasan, yaitu tahapan instalasi dan konfigurasi layanan server yang diminta oleh soal UKK TKJ. Di sinilah peran Debian 12 sebagai server akan benar-benar diuji, dan ketelitian akan sangat dibutuhkan. Dengan bekal sistem yang sudah siap, proses selanjutnya diharapkan bisa berjalan lebih terarah dan efisien.
.png)

















.png)
.png)




















Posting Komentar