Lab 2. Panduan Instalasi Debian 10 CLI di VirtualBox
Pendahuluan
Sistem operasi berbasis server merupakan tulang punggung utama dalam infrastruktur teknologi informasi modern. Debian GNU/Linux dikenal luas sebagai salah satu distribusi Linux paling stabil, aman, dan efisien yang banyak diimplementasikan pada lingkungan produksi industri maupun laboratorium edukasi. Mempelajari proses instalasi Debian 10 dengan antarmuka Command Line Interface (CLI) memberikan pemahaman mendasar mengenai arsitektur sistem operasi, efisiensi konsumsi sumber daya komputasi, serta fondasi penting dalam menguasai administrasi jaringan dan server.
Tujuan utama yang ingin dicapai setelah menyelesaikan panduan praktikum ini adalah pembaca mampu melakukan konfigurasi mesin virtual, mengoperasikan proses instalasi Debian 10 CLI secara mandiri melalui Oracle VM VirtualBox, memahami skema pemartisian disk dasar, serta mengonfigurasi hak akses pengguna sistem. Penguasaan materi ini akan menjadi modal dasar yang sangat berguna sebelum melangkah ke tahap konfigurasi layanan server yang lebih kompleks seperti DNS, Web Server, maupun DHCP Server.
Persyaratan
- Komputer Host Spesifikasi Minimum: Memiliki prosesor multi-core, memori RAM minimal 4 GB, dan ruang penyimpanan sisa yang memadai untuk menjalankan perangkat lunak virtualisasi secara stabil.
- Aplikasi VirtualBox Terinstal: Perangkat lunak Oracle VM VirtualBox sudah terpasang dan dapat beroperasi dengan baik pada komputer host.
- Berkas ISO Debian 10: Pengguna memiliki berkas citra installer Debian 10 yang siap digunakan sebagai media instalasi virtual.
- Virtual Machine (VM) Siap Pakai: Pengguna telah membuat alokasi mesin virtual khusus untuk Debian 10 pada VirtualBox sesuai standar spesifikasi minimum.
- Penguasaan Sistem Operasi Host: Pengguna mampu mengoperasikan fungsi dasar serta antarmuka sistem operasi utama yang berjalan pada komputer host.
Catatan Penulis
- Versi Aplikasi VirtualBox: Penulis menggunakan Oracle VM VirtualBox versi 7.2.16. Apabila pembaca menggunakan versi yang berbeda, penyesuaian letak tombol atau antarmuka perlu dilakukan secara mandiri.
- Konfigurasi Kartu Jaringan Virtual: Mesin virtual yang digunakan dalam penyusunan panduan ini dikonfigurasi menggunakan satu buah network adapter dengan mode Network Address Translation (NAT).
- Konektivitas Internet Host: Komputer host yang digunakan selama penyusunan panduan terhubung aktif ke jaringan internet.
- Status Siklus Hidup Sistem Operasi: Panduan ini disusun pada tahun 2026, di mana Debian 10 telah resmi memasuki masa End of Life (EOL), sehingga ada beberapa penyesuaian khusus saat mengonfigurasi lumbung perangkat lunak (repository).
- Sistem Operasi Host Penulis: Penulis menggunakan sistem operasi Debian 13 pada komputer host, sehingga tampilan bingkai jendela antarmuka pada panduan ini mungkin memiliki perbedaan visual bagi pengguna Windows atau macOS.
Skenario
Dalam panduan ini, kita akan melaksanakan proses instalasi Debian 10 CLI untuk kebutuhan simulasi dan pembelajaran administrasi server. Parameter konfigurasi yang digunakan selama instalasi adalah sebagai berikut:
- Bahasa Sistem: English
- Lokasi Geografis: Jawa Timur (Indonesia)
- Hostname: debian10
- Password Root: Diaktifkan (Yes)
- Nama Lengkap Pengguna: Teman Belajar IT
- Username (Non-Administratif): denrif
- Password User (Non-Administratif): Diaktifkan (Yes)
- Metode Pemartisian Disk: Guided - use entire disk
- Skema Pemartisian Disk: All files in one partition
- Network Mirror: No
- Partisipasi Survey (Popularity Contest): No
- Pilihan Paket Aplikasi: Standard system utilities
- GRUB Boot Loader: Diaktifkan (Yes)
Sebagai tambahan catatan untuk pembaca, seluruh parameter pada skenario di atas merupakan contoh acuan praktikum. Pembaca dapat menyesuaikan kembali nilai parameter tersebut sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan.
Langkah Kerja
Tahapan 1 - Memilih Menu Installer
Mengacu pada materi sebelumnya mengenai pembuatan mesin virtual, berkas ISO Debian 10 telah dipasang pada pemutar media optik virtual. Ketika tombol Start pada Oracle VM VirtualBox ditekan untuk pertama kalinya, mesin virtual akan secara otomatis melakukan prosedur booting menuju media instalasi tersebut (Baca: Lab 1. Panduan Membuat VM Debian 10 CLI di VirtualBox). Setelah proses pemuatan awal selesai, layar monitor virtual akan menampilkan lima pilihan menu utama installer, yaitu Graphical Install, Install, Advanced options, Accessible dark contrast installer menu, dan Install with speech synthesis. Dalam praktikum ini, penulis memilih menu Graphical Install untuk mempermudah navigasi menggunakan antarmuka grafis yang ramah pengguna. Silakan navigasikan kursor atau tombol panah menuju menu tersebut, lalu tekan tombol Enter untuk memulai proses instalasi.
Tahapan 2 - Memilih Bahasa
Tahapan ini bertujuan menentukan bahasa yang digunakan oleh installer selama proses konfigurasi berlangsung, sekaligus menetapkan bahasa standar pada sistem operasi setelah berhasil terpasang. Penulis memilih opsi English agar istilah teknis sistem operasi tetap selaras dengan standar dokumentasi internasional. Silakan pilih opsi bahasa yang diinginkan, kemudian tekan tombol Continue pada sudut kanan bawah antarmuka untuk melanjutkan.
Tahapan 3 - Memilih Lokasi
Pemilihan lokasi geografis difungsikan oleh sistem operasi untuk mengidentifikasi wilayah keberadaan pengguna. Pengaturan ini akan memengaruhi format penulisan tanggal, mata uang lokal, serta penentuan zona waktu sistem. Karena opsi wilayah Indonesia tidak muncul pada daftar utama awal, pilih opsi other, dilanjutkan dengan memilih benua Asia, dan diakhiri dengan memilih negara Indonesia.
Tahapan 4 - Memilih Konfigurasi Local
Konfigurasi locale bertanggung jawab mengatur kombinasi standar bahasa dan enkode karakter (character encoding) yang digunakan oleh sistem operasi dalam mengolah teks. Pada tahap ini, penulis memilih United States (en_US.UTF-8) sebagai kombinasi standar yang paling umum digunakan dalam arsitektur server Linux global. Klik tombol Continue untuk mengonfirmasi pilihan tersebut.
Tahapan 5 - Memilih Layout Keyboard
Tahap ini menentukan peta tata letak tombol pada papan ketik fisik agar relevan dengan input karakter yang dibaca oleh sistem. Kesalahan dalam memilih layout keyboard dapat menyebabkan ketidaksesuaian input karakter, terutama pada pengetikan simbol khusus atau tanda baca. Dalam praktikum ini, penulis memilih American English yang merupakan standar umum papan ketik QWERTY. Klik tombol Continue untuk mengarah ke tahap berikutnya.
Tahapan 6 - Konfigurasi Jaringan
Pada tahapan ini, installer akan mendeteksi antarmuka jaringan dan mencoba melakukan konfigurasi alamat IP secara otomatis. Karena mesin virtual menggunakan mode adapter NAT, sistem akan menampilkan pemberitahuan Network autoconfiguration has succeeded, yang menandakan bahwa VM telah berhasil memperoleh IP Address dari layanan DHCP internal VirtualBox.
Selanjutnya, pengguna diminta memasukkan hostname, yaitu identitas unik berupa nama komputer di dalam jaringan yang berfungsi membedakan satu mesin dengan mesin lainnya, pada panduan ini penulis mengisikan nama debian10.
Terakhir, pengguna diminta menentukan domain name, yaitu bagian dari identitas jaringan yang melengkapi nama komputer (hostname) untuk membentuk nama lengkap atau FQDN (Fully Qualified Domain Name). Pada simulasi ini penulis tidak mengonfigurasi domain name dan membiarkan kolom tersebut tetap kosong.
Tahapan 7 - Konfigurasi User dan Password
Tahap ini berfokus pada pengaturan keamanan hak akses dan identitas akun pengguna di dalam sistem operasi. Pertama, pengguna diminta untuk masukkan kata sandi akun root pada kolom Root Password dan ketik ulang pada kolom Re-enter password to verify. Kata sandi root merupakan kunci akses untuk akun superuser yang memegang kendali tertinggi atas seluruh sistem Linux. Apabila kolom ini dikosongkan, akses login langsung root akan dinonaktifkan dan pengguna wajib menggunakan perintah sudo di depan setiap sintaks administratif.
Kedua, tentukan Full Name sebagai nama lengkap pemilik akun, sebagai contoh penulis memasukkan nama Teman Belajar IT.
Ketiga, installer akan memberikan saran nama pengguna (username) berdasarkan nama lengkap tersebut, username ini merupakan nama akun non-administratif yang digunakan untuk operasional harian tanpa hak superuser, penulis menggantinya menjadi denrif.
Keempat, tentukan kata sandi untuk akun non-administratif tersebut pada kolom Choose a password for the new user dan konfirmasikan kembali pada kolom Re-enter password to verify.
Tahapan 8 - Konfigurasi Zona Waktu
Penetapan zona waktu sangat krusial dalam lingkungan server agar pencatatan berkas log sistem dan sinkronisasi waktu layanan jaringan berjalan akurat. Berdasarkan penentuan lokasi Indonesia pada tahapan sebelumnya, installer menyajikan pilihan pembagian zona waktu lokal. Pada simulasi ini, penulis memilih Western (Sumatra, Jakarta, Java, West and Central Kalimantan) yang mewakili zona Waktu Indonesia Barat (WIB).
Tahapan 9 - Pemartisian Disk
Pemartisian disk adalah proses membagi ruang penyimpanan fisik virtual menjadi beberapa bagian logis yang difungsikan untuk menampung sistem berkas (file system). Langkah pertama, pilih metode pemartisian Guided - use entire disk agar installer mengalokasikan ruang penyimpanan secara otomatis.
Langkah kedua, pengguna akan ditampilkan seluruh virtual hardi disk yang dimiliki oleh VM. Pilih hard disk virtual yang akan digunakan untuk melakukan proses instalasi.
Langkah ketiga, tentukan skema pemartisian All files in one partition, di mana seluruh direktori sistem dan data pengguna disatukan dalam satu partisi tunggal, skema ini sangat ideal untuk pengguna pemula maupun kebutuhan simulasi.
Terakhir, installer akan menampilkan ringkasan struktur partisi, pilih opsi Finish partitioning and write changes to disk, lalu beri konfirmasi dengan memilih opsi Yes untuk menerapkan perubahan ke dalam media penyimpanan virtual.
Tahapan 10 - Konfigurasi Paket Manajer
Tahapan ini mengonfigurasi sumber perangkat lunak (repository) tambahan yang digunakan untuk mengunduh atau memperbarui paket aplikasi. Pada konfirmasi Scan another CD or DVD, pilih opsi No karena proses instalasi hanya mengandalkan satu berkas ISO utama.
Selanjutnya pada opsi Use a network mirror, pilih opsi No untuk melewati pengunduhan repositori daring selama instalasi dasar. Perlu diperhatikan bahwa karena panduan ini disusun pada tahun 2026 saat Debian 10 sudah masuk ke masa End of Life (EOL), installer mungkin akan menampilkan peringatan cannot access repository. Hal tersebut normal terjadi, silakan tekan tombol Continue untuk tetap melanjutkan instalasi.
Tahapan 11 - Konfigurasi Popularity Contest
Popularity-contest merupakan fitur opsional pada Debian yang berfungsi mengirimkan data statistik anonim mengenai paket aplikasi yang paling sering digunakan kepada tim pengembang Debian. Data ini dimanfaatkan oleh pengembang untuk menentukan paket apa saja yang layak dimasukkan ke dalam DVD instalasi utama di masa depan. Pada praktikum ini, penulis memilih opsi No untuk melewati partisipasi pengiriman statistik tersebut.
Tahapan 12 - Memilih Software
Tahapan ini menentukan perangkat lunak awal yang akan dipasang ke dalam sistem operasi. Karena tujuan praktikum ini adalah membangun server berbasis teks (CLI), hilangkan seluruh tanda centang pada opsi lingkungan desktop (desktop environment) seperti GNOME atau XFCE, dan pastikan hanya menandai opsi standard system utilities. Setelah memastikan pilihan sudah sesuai skenario, klik tombol Continue agar installer melakukan pemasangan paket-paket dasar sistem.
Tahapan 13 - Instalasi GRUB Boot Loader
Setelah seluruh berkas sistem terpasang, installer akan mengonfigurasi GRUB Boot Loader. GRUB Boot Loader adalah program utama yang dipanggil oleh firmware komputer saat pertama kali dinyalakan untuk memuat kernel sistem operasi Linux ke dalam memori utama. Pilih opsi Yes saat installer meminta konfirmasi pemasangan GRUB pada master boot record (MBR).
Selanjutnya, tentukan lokasi instalasi dengan memilih path hard disk virtual utama (seperti /dev/sda) yang tersedia pada daftar pilihan.
Tahapan 14 - Konfirmasi Instalasi Selesai
Proses instalasi Debian 10 CLI telah berhasil diselesaikan secara penuh. Antarmuka installer akan menampilkan pesan konfirmasi bahwa media instalasi ISO perlu dikeluarkan agar mesin virtual tidak kembali melakukan booting ke menu instalasi. Klik tombol Continue untuk mengakhiri sesi instalasi, mesin virtual akan secara otomatis melakukan prosedur restart.
Hasil Akhir
Setelah proses reboot selesai, mesin virtual akan melakukan booting langsung dari hard disk virtual untuk pertama kalinya. Tampilan awal yang muncul pada layar adalah menu pemuat booting GRUB. Pengguna tidak perlu menekan tombol apa pun dan cukup menunggu selama 5 detik hingga sistem secara otomatis mengeksekusi kernel Debian GNU/Linux.
Selanjutnya, layar akan beralih menampilkan antarmuka login berbasis teks (CLI). Masukkan nama pengguna non-administratif "denrif", lalu tekan Enter. Kemudian, sistem akan meminta kata sandi, masukkan kata sandi yang telah dibuat sebelumnya. Perlu diingat bahwa saat memasukkan kata sandi pada antarmuka CLI Linux, sistem secara sengaja tidak akan menampilkan karakter visual maupun tanda bintang pada layar demi alasan keamanan.
Tekan Enter setelah mengetikkan kata sandi dengan benar, dan Anda akan disambut oleh tampilan prompt shell command-line yang menandakan bahwa sistem operasi Debian 10 CLI telah siap dioperasikan.
Kesimpulan
Menguasai instalasi Debian 10 CLI pada Oracle VM VirtualBox merupakan langkah fundamental yang sangat penting bagi calon administrator jaringan dan praktisi IT. Melalui pemahaman yang terstruktur mengenai tahapan instalasi, mulai dari konfigurasi locale, alokasi akun pengguna, skema pemartisian disk, hingga pemasangan bootloader, pengguna mampu membangun lingkungan laboratorium virtual yang efisien, hemat sumber daya komputasi, serta siap digunakan untuk berbagai simulasi pengkonfigurasian server jaringan di masa mendatang.






























Posting Komentar