Cara Update RouterOS Melalui Aplikasi Winbox

Daftar Isi
Cara Update RouterOS Melalui Aplikasi Winbox

Pendahuluan

Praktikum ini membahas tata cara memperbarui (update) sistem operasi RouterOS pada perangkat MikroTik RouterBOARD dengan memanfaatkan antarmuka grafis Winbox. Pembaruan RouterOS merupakan langkah krusial dalam manajemen jaringan guna menutup celah keamanan (vulnerability), memperbaiki kutu sistem (bug fixes), meningkatkan performa stabilitas lalu lintas data, serta menghadirkan fitur-fitur jaringan terbaru yang dibutuhkan oleh infrastruktur modern. Bagi seorang teknisi jaringan, siswa SMK Kejuruan, maupun mahasiswa Ilmu Komputer, menguasai prosedur pembaruan sistem operasi secara terstruktur dan aman adalah fondasi utama untuk memastikan keberlangsungan operasional jaringan tanpa risiko kehilangan konfigurasi atau kegagalan sistem (system crash).

Persyaratan Praktikum

Sebelum memulai tahapan pembaruan RouterOS, pastikan seluruh persyaratan berikut telah dipenuhi dengan cermat:

  1. Penyimpanan Cadangan Konfigurasi: Lakukan pembuatan berkas cadangan biner (.backup) serta ekspor skrip konfigurasi (.rsc) dari perangkat MikroTik RouterBOARD yang Anda gunakan. Simpan kedua berkas tersebut ke dalam media penyimpanan lokal komputer Anda sebagai langkah antisipasi jika terjadi kegagalan pembaruan.
  2. Kapasitas Ruang Penyimpanan (Disk Space): Pastikan ruang penyimpanan internal (flash memory) pada MikroTik RouterBOARD masih mencukupi untuk menampung berkas pembaruan RouterOS yang akan diunduh.
  3. Konektivitas Internet: Pastikan perangkat RouterBOARD yang akan diperbarui telah terhubung dan memiliki akses internet yang stabil.
  4. Kabel Jaringan UTP: Sediakan satu unit kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) dengan konektor RJ-45 untuk menghubungkan komputer administrator secara langsung ke port ethernet RouterBOARD.
  5. Aplikasi Winbox: Komputer atau laptop administrator harus sudah terinstal aplikasi Winbox versi terbaru untuk kebutuhan remote access.
  6. Kredensial Akses: Pengguna wajib memiliki kombinasi username dan password dengan hak akses level write atau full pada perangkat RouterBOARD yang akan diperbarui.

Catatan Penulis

Untuk memberikan gambaran yang riil dan konsisten selama praktikum berlangsung, perhatikan beberapa kondisi teknis yang digunakan penulis dalam panduan ini:

  • Pada panduan ini, penulis menggunakan perangkat MikroTik RouterBOARD tipe RB952Ui-5ac2nD (hAP-AC-Lite-TC) sebagai contoh demonstrasi. Langkah-langkah yang dijabarkan tetap berlaku dan relevan untuk semua tipe MikroTik RouterBOARD lainnya.
  • Perangkat MikroTik RouterBOARD yang digunakan penulis menjalankan konfigurasi bawaan (default configuration), sehingga seluruh fungsi rute dan penamaan port berada dalam kondisi standar dan telah terhubung ke jaringan internet secara otomatis.
  • Arsitektur pengkabelan yang diterapkan adalah: port Ether1 pada MikroTik RouterBOARD terhubung langsung ke jaringan Modem (sumber internet utama), sedangkan port Ether2 terhubung langsung ke port LAN pada komputer atau laptop pengguna.

Tahapan-Tahapan Praktikum

Tahapan 1 - Persiapan Awal dan Pengujian Konektivitas

Langkah awal ini bertujuan untuk memastikan bahwa hubungan fisik antara komputer, perangkat RouterBOARD, dan sumber internet telah terpasang dengan benar, serta memastikan bahwa RouterBOARD memiliki akses data ke luar jaringan sebelum proses pengunduhan dimulai.

Hubungkan adaptor daya ke perangkat MikroTik RouterBOARD hingga lampu indikator menyala. Tancapkan kabel UTP dari Modem ke port Ether1, lalu tancapkan kabel UTP lainnya dari port Ether2 menuju ke port ethernet pada komputer atau laptop Anda. Setelah koneksi fisik terpasang, buka aplikasi Winbox pada komputer Anda. Lakukan pemindaian perangkat pada tab Neighbors, pilih MAC Address atau IP Address perangkat yang terdeteksi, masukkan kredensial username serta password, kemudian klik tombol Connect untuk melakukan remote access ke dalam sistem MikroTik.

Setelah Anda berhasil masuk ke dalam antarmuka konfigurasi utama Winbox, perhatikan deretan menu di sisi kiri layar. Cari dan klik menu New Terminal. Sebuah jendela konsol berbasis teks akan terbuka di dalam area kerja Winbox. Jendela terminal ini berfungsi untuk menjalankan perintah-perintah eksekusi langsung ke dalam kernel RouterOS.

Untuk menguji apakah RouterBOARD telah terhubung ke jaringan internet global, ketikkan perintah berikut pada terminal:

ping google.com

Tekan Enter untuk mengeksekusi perintah tersebut. Sistem RouterOS akan mengirimkan paket data ICMP (Internet Control Message Protocol) ke server Google secara terus-menerus. Jika pada layar konsol muncul balasan berupa baris teks yang menampilkan parameter size, ttl, dan time (seperti 64 bytes from ... status: host unreachable tidak terjadi, melainkan adanya reply balasan waktu respons dalam milidetik), maka dapat dipastikan bahwa perangkat MikroTik RouterBOARD Anda telah memiliki koneksi internet yang valid dan siap melakukan pembaruan sistem.

melakukan pengujian konektifitas RouterBOARD ke Internet

Pengujian konektivitas melalui terminal ini akan terus berjalan secara looping. Untuk menghentikan proses pengujian tersebut, tekan kombinasi tombol Ctrl + C pada papan ketik (keyboard) Anda. Jendela terminal kini dapat Anda tutup.

Tahapan 2 - Pemeriksaan Versi RouterOS Terbaru

Setelah konektivitas internet terverifikasi, langkah selanjutnya adalah memeriksa ketersediaan berkas pembaruan RouterOS yang dirilis oleh pihak MikroTik secara resmi melalui peladen (server) repositori mereka.

Arahkan kursor Anda ke bilah menu navigasi Winbox di sebelah kiri, lalu pilih menu System >> Packages. Secara otomatis, sistem akan menampilkan jendela baru berorientasi daftar yang berjudul Package List. Jendela ini memuat seluruh paket perangkat lunak (software packages) yang saat ini terpasang dan aktif di dalam perangkat RouterBOARD Anda.

tampilan jendela package list

Pada bilah alat (toolbar) bagian kanan jendela Package List, klik tombol Check For Updates. Langkah ini akan membuka sebuah jendela dialog baru dengan judul Check For Updates. Di dalam jendela ini, RouterOS akan melakukan pemanggilan data ke server repositori MikroTik.

memilih menu check for updates pada jendela package list

Pada jendela Check For Updates, Anda akan disajikan sebuah opsi drop-down menu bertuliskan Channel. MikroTik menyediakan beberapa saluran rilis (channel) yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional pengguna:

  • Long term: Saluran rilis yang sangat stabil, ditujukan untuk lingkungan produksi (production environment) yang membutuhkan tingkat keandalan tertinggi tanpa fitur eksperimental.
  • Stable: Saluran rilis resmi utama yang menyertakan perbaikan bug terbaru serta fitur yang telah lulus pengujian ketat. Ini adalah saluran paling direkomendasikan untuk penggunaan umum dan praktikum.
  • Testing: Saluran rilis yang berisi versi uji coba untuk fitur-fitur baru sebelum dimasukkan ke dalam saluran Stable.
  • Development: Saluran rilis khusus pengembang yang memuat fitur paling mutakhir, namun belum teruji secara menyeluruh sehingga berisiko memiliki ketidakstabilan.
  • Upgrade: Saluran khusus yang digunakan ketika pengguna ingin melakukan lompatan arsitektur versi utama (seperti dari versi RouterOS v6 ke versi RouterOS v7).

Sebagai contoh pada panduan praktikum ini, pilih opsi Channel: Stable.

Setelah memilih saluran tersebut, perhatikan baris parameter Installed Version (atau Current Version) dan baris parameter Latest Version. Sebagai ilustrasi, jika pada Installed Version tertulis versi 6.49.10 dan pada Latest Version tertulis versi 6.49.20, hal ini mengindikasikan bahwa terdapat versi rilis baru yang siap diunduh. Artinya, sistem RouterOS pada RouterBOARD Anda akan diperbarui dari versi lama 6.49.10 menuju versi yang lebih segar yaitu 6.49.20.

Untuk memulai proses pembaruan secara menyeluruh, klik tombol Download&Install yang berada di sisi kanan jendela dialog tersebut.

memilih menu download & install untuk melakukan update RouterOS

Tahapan 3 - Proses Download dan Install

Setelah Anda menekan tombol Download&Install, perangkat MikroTik RouterBOARD akan mengambil alih seluruh proses secara otomatis.

Perangkat akan mulai mengunduh berkas paket RouterOS terbaru dari server repositori resmi MikroTik langsung ke dalam memori internal RouterBOARD. Tahapan ini tidak memerlukan campur tangan atau interaksi lanjutan dari pengguna. Anda disarankan untuk tidak menekan tombol apa pun di dalam antarmuka Winbox dan cukup memantau indikator status kemajuan (download progress) yang ditampilkan pada layar monitor Anda.

proses download RouterOS sedang berlangsung

Kecepatan proses pengunduhan sangat bergantung pada bandwidth koneksi internet yang terhubung ke port Ether1. Tunggu beberapa saat hingga proses pengunduhan selesai secara sempurna. Ketika berkas telah selesai diunduh secara utuh ke dalam sistem penyimpanan perangkat, status pada jendela Winbox akan berubah dan menampilkan pesan singkat "Downloaded, rebooting...". 

proses download RouterOS selesai dilakukan dan dilanjutkan proses rebooting RouterBOARD

Sesaat setelah pesan tersebut muncul, perangkat MikroTik RouterBOARD akan memutus sesi komunikasi dan secara otomatis melakukan proses muat ulang (reboot). Pada momen ini, koneksi remote akses aplikasi Winbox dari laptop atau komputer Anda menuju perangkat RouterBOARD akan terputus secara tiba-tiba (disconnected). Hal ini merupakan perilaku normal dari sistem karena RouterBOARD sedang menghentikan seluruh layanan jaringan untuk mengekstrak dan memasang berkas citra RouterOS yang baru ke dalam memori kilat (flash memory).

koneksi antara komputer dengan RouterBOARD sedang terputus

Tunggu selama kurang lebih 1 hingga 3 menit. Selama rentang waktu ini, sistem sedang menulis ulang instruksi kernel utama. Setelah proses pemasangan perangkat lunak berhasil dilakukan di tingkat sistem, perangkat akan menyala kembali secara penuh. Aplikasi Winbox biasanya akan melakukan proses penyambungan ulang (reconnect) secara otomatis ke dalam antarmuka konfigurasi RouterBOARD. Jika tidak tersambung otomatis, Anda dapat mengklik tombol Connect kembali pada jendela Winbox.

Selama proses pembaruan dan reboot berlangsung, pastikan perangkat MikroTik RouterBOARD yang Anda gunakan tidak mengalami pemutusan daya listrik (power loss). Terputusnya arus listrik saat proses penulisan ulang memori internal dapat menyebabkan kerusakan permanen pada firmware atau kondisi corrupt (brick/bootloop), yang mengharuskan perangkat dipulihkan kembali menggunakan metode Netinstall.

Tahapan 4 - Memperbarui Firmware Perangkat

Banyak teknisi pemula menganggap bahwa proses pembaruan telah selesai sepenuhnya setelah versi RouterOS berubah di jendela Packages. Pandangan ini kurang tepat. Setelah Anda berhasil memperbarui RouterOS, langkah mutlak yang wajib dilakukan selanjutnya adalah memperbarui firmware (Bootloader) pada MikroTik RouterBOARD.

Mengapa Firmware Harus Diperbarui Setelah RouterOS?, RouterOS berperan sebagai sistem operasi utama (analogi seperti Windows atau Linux), sedangkan Firmware berperan sebagai BIOS/bootloader internal pada papan induk (motherboard) RouterBOARD. Firmware bertugas mengatur inisialisasi komponen perangkat keras (hardware) pada saat pertama kali listrik masuk, mengatur alokasi frekuensi CPU, manajemen daya, serta melakukan pemanggilan kernel RouterOS.

Ketika Anda memperbarui RouterOS ke versi yang lebih baru, kernel sistem operasi tersebut kerap kali membutuhkan instruksi instruksional dasar baru dari sisi perangkat keras. Jika versi Firmware tidak disesuaikan dengan versi RouterOS yang baru, dapat terjadi inkonsistensi komunikasi antara bootloader dan kernel. Dampaknya meliputi munculnya ketidakstabilan sistem, kegagalan pembacaan temperatur chip, port ethernet yang kerap mati-menyalak (flapping), hingga risiko kegagalan proses booting di masa mendatang. Oleh karena itu, memperbarui firmware agar selalu selaras (match) dengan versi RouterOS adalah sebuah standar operasional prosedur wajib.

Untuk memperbarui firmware perangkat, silahkan masuk ke dalam bilah menu navigasi Winbox, klik System >> RouterBOARD. Jendela dialog baru berjudul RouterBOARD akan muncul di layar.

tampilan jendela RouterBOARD

Di dalam jendela dialog ini, perhatikan dua parameter utama:

  • Current Firmware: Parameter ini menunjukkan versi bootloader/firmware yang saat ini sedang aktif digunakan oleh perangkat keras RouterBOARD.
  • Upgrade Firmware: Parameter ini menunjukkan versi bootloader/firmware terbaru yang direkomendasikan dan telah dikemas bersama dengan RouterOS versi anyar yang baru saja Anda pasang pada Tahapan 3.

Jika nilai pada parameter Current Firmware masih bernilai lebih rendah daripada nilai pada parameter Upgrade Firmware (seperti contoh di atas: 6.49.10 berbanding 6.49.20), maka pembaruan firmware wajib dilaksanakan. Untuk mengeksekusi pembaruan, klik tombol Upgrade yang terdapat di sisi kanan jendela dialog RouterBOARD. Sebuah jendela konfirmasi akan muncul dengan pertanyaan untuk memastikan tindakan Anda. Klik tombol OK untuk melanjutkan.

melakukan upgrade firmware

Sistem akan memproses penulisan ulang chip bootloader dalam hitungan detik. Jika pembaruan firmware telah berhasil dilakukan, sebuah jendela notifikasi informasi akan muncul di layar dengan pesan "firmware upgraded successfully, please reboot for changes to take effect".

proses pembaruan firmware berhasil dilakukan

Pesan tersebut menginformasikan bahwa struktur firmware telah berhasil diperbarui di memori cadangan, namun perubahan tersebut baru akan diaktifkan secara permanen setelah perangkat melakukan proses reboot. Untuk melakukan reboot pada perangkat RouterBOARD Anda, klik menu System >> Reboot pada navigasi Winbox. Ketika jendela konfirmasi pemuatan ulang muncul di layar, klik tombol OK. Perangkat MikroTik RouterBOARD akan memulai proses restart.

Hasil Akhir

Setelah perangkat RouterBOARD Anda selesai melakukan proses reboot kedua dan kembali menyala penuh, buka kembali aplikasi Winbox dan hubungkan kembali koneksi remote access Anda ke dalam perangkat. Untuk memverifikasi keberhasilan seluruh tahapan praktikum yang telah dilakukan, buka kembali jendela konfigurasi firmware melalui menu System >> RouterBOARD.

Perhatikan kembali baris parameter Current Firmware dan baris parameter Upgrade Firmware. Apabila seluruh tahapan dilaksanakan dengan benar, kedua parameter tersebut kini harus memiliki nilai versi angka yang identik atau sama persis (misalnya, Current Firmware: 6.49.20 dan Upgrade Firmware: 6.49.20).

proses pembaruan firmwae selesai dilakukan

Kondisi ini menandakan bahwa sistem operasi RouterOS maupun bootloader firmware pada perangkat MikroTik RouterBOARD Anda telah berada pada versi yang paling baru, stabil, dan siap digunakan untuk menangani lalu lintas data jaringan secara optimal.

Kesimpulan

Memperbarui RouterOS pada perangkat MikroTik RouterBOARD melalui aplikasi Winbox merupakan prosedur pemeliharaan jaringan dasar yang sangat penting namun memerlukan ketelitian tinggi. Prosedur pembaruan yang aman dan terstruktur selalu diawali dengan tindakan preventif seperti melakukan backup dan export data konfigurasi, memastikan ketersediaan pasokan daya listrik, serta menguji ketersediaan jalur koneksi internet.

Melalui praktikum ini, dapat disimpulkan bahwa proses pembaruan MikroTik tidak berhenti hanya pada pengunduhan dan pemasangan paket sistem operasi RouterOS melalui menu Packages. Pembaruan wajib dituntaskan hingga tahap penyesuaian versi bootloader melalui menu RouterBOARD agar kinerja perangkat keras dan perangkat lunak dapat berjalan secara serasi. Dengan menerapkan langkah-langkah praktikum ini secara disiplin, risiko terjadinya kegagalan sistem dapat diminimalisasi, dan infrastruktur jaringan yang Anda kelola akan selalu terjaga keamanannya serta memiliki performa yang maksimal.

Posting Komentar